19 September 2008

Jujur Pangkal Baik

Tidak perlu belajar Islam untuk menyadari betapa pentingnya sebuah kejujuran. Berdasarkan pengalaman hidup saya sampai saat ini, kejujuran adalah pangkal kebaikan. Orang-orang yang hidup dengan jujur adalah orang-orang baik. Tanpa kejujuran sepertinya sulit untuk meraih kebaikan.

Mudah bagi saya untuk mencari contoh. Saya sendiri merasakan dampak kejujuran terhadap hidup saya. Sebelum saya menyadari pentingnya bersikap jujur, saya mudah terjerumus untuk melakukan hal-hal tidak baik. Hal-hal tidak baik ini dapat saya lakukan karena saya mampu berbohong (bersikap tidak jujur). Keberhasilan saya untuk menutupi hal-hal tidak baik yang saya lakukan dengan berbohong membuat saya cenderung untuk mengulangi hal-hal tidak baik yang saya lakukan.

Mencontek mungkin dapat dijadikan contoh dasar. Sampai saya duduk di bangku kelas 3 SMA, mencontek bukan hal tabu. Saya bukan termasuk siswa yang rajin. Umumnya saya mengandalkan contekan untuk menghadapi ujian dalam pelajaran-pelajaran sosial. Saya tidak pernah dipergoki saat saya mencontek jadi saya menjadikan contekan sebagai solusi alternatif untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian.

Saya sendiri tidak ingat kapan pertama kali saya mencontek. Saya yakin saya sudah berkali-kali mencontek saat ujian. Kemampuan saya untuk mencontek dan tidak tertangkap yang membuat saya terus menggunakan contekan. Sikap tidak jujur saya dalam menghadapi ujian justru menjerumuskan saya untuk selalu mencontek. Sikap tidak jujur itu yang membuat saya tidak bisa berhenti mencontek.

Allah Maha Kuasa. Di kelas 3 SMA saya dipergoki mencontek saat ujian pelajaran sejarah. Saya tidak perlu sampaikan cerita rincinya. Intinya peristiwa itu berhasil merubah pandangan saya terhadap mencontek dan bersikap tidak jujur. Satu hal yang pasti, sejak peristiwa itu saya tidak pernah lagi menggunakan contekan di ujian apa pun sampai detik ini. Saya memberanikan diri menerima nilai rendah seandainya saya tidak mempersiapkan diri dengan baik bila menghadapi ujian.

Seingat saya peristiwa itu yang mendorong saya untuk senantiasa bersikap jujur. Bukan hanya pada mencontek, tapi pada berbagai sisi kehidupan saya. Proses perbaikan sikap jujur itu tidak berjalan sekejap mata. Namun saat ini saya bisa bangga pada diri saya sendiri karena saya sudah berusaha semaksimal mungkin menjalani hidup dengan kejujuran.

Kembali kepada topik. Jujur itu pangkal baik. Orang yang jujur akan berusaha untuk menjauhkan dirinya dari perbuatan tidak baik. Orang jujur yang berbuat tidak baik akan berada pada posisi yang sulit. Kejujuran akan mendorong mereka untuk mengakui perbuatan tidak baik yang mereka lakukan. Oleh karena itu orang jujur akan memilih untuk tidak melakukan perbuatan tidak baik.

Anak yang mengambil uang orang tuanya didasari sikap tidak jujur. Pencurian terjadi akibat sikap tidak jujur. Serah terima uang suap juga didasari sikap tidak jujur. Korupsi yang mengentaskan kesejahteraan pun didasari sikap tidak jujur. Masih banyak contoh perbuatan tidak baik yang tak perlu saya sebutkan. Intinya keberanian untuk bersikap tidak jujur akan mendorong orang untuk melakukan perbuatan tidak baik.

Lalu di mana peran Islam? Ajaran Islam menegaskan bahwa setiap orang yang beriman kepada Allah wajib bersikap jujur. Hal ini saya tangkap dari isi surat Al Maa'idah ayat 8 yang terjemahannya seperti di bawah ini.

"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Maa'idah: 8)

Sepengetahuan saya, ayat di atas adalah salah satu dari sekian banyak penegasan mengenai kewajiban bersikap jujur. Khusus untuk ayat ini, saya menyimpulkan kewajiban bersikap jujur dari kewajiban untuk menegakan kebenaran dan keadilan.

Islam yang memperkenalkan saya pada kewajiban untuk bersikap jujur. Melalui sikap jujur ini saya berharap dapat menjadi bagian dari orang-orang yang berbuat baik. Menjadi orang baik merupakan salah satu langkah saya untuk menjadi bagian dari orang-orang yang beriman.

--
Amir Syafrudin

Versi PDF tulisan ini: http://www.4shared.com/file/95610412/7a884e5/JujurPangkalBaik.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.