08 Oktober 2008

Islam Keturunan

Apa jawaban Anda bila seseorang mempertanyakan alasan Anda memeluk Islam? Apakah karena orang tua Anda adalah pemeluk Islam? Apakah karena keluarga Anda tidak membiarkan Anda memilih yang lain selain Islam? Apakah karena pekerjaan Anda mengharuskan Anda memeluk Islam? Apakah karena Anda sadar Islam adalah yang benar? Apakah karena Anda sadar bahwa Allah itu nyata?

Saya yakin ada lebih banyak kemungkinan alasan seseorang memeluk Islam. Saya pribadi membedakan alasan-alasan tersebut ke dalam dua kelompok besar. Yang pertama adalah kelompok tidak sadar Islam. Yang kedua adalah kebalikannya yaitu kelompok sadar Islam.

Kelompok pertama, yaitu kelompok tidak sadar Islam, adalah orang-orang yang memeluk Islam karena situasi dan kondisi di sekitarnya. Kelompok ini memeluk Islam bukan karena dirinya memilih Islam. Situasi dan kondisi di sekitarnya yang membuat mereka memilih Islam. Contohnya adalah Islam yang diturunkan dari orang tuanya, Islam yang dipeluk karena setiap anggota masyarakat di sekitarnya memeluk Islam, Islam yang dipeluk karena calon pasangannya memeluk Islam, dan masih banyak contoh lainnya.

Kelompok kedua, yaitu kelompok sadar Islam, adalah orang-orang yang memeluk Islam karena hati dan pikirannya memilih Islam. Kelompok ini memeluk Islam karena dirinya sadar bahwa Islam itu benar; atau paling benar. Kelompok ini memeluk Islam tanpa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi di sekitarnya.

Saat saya membuat tulisan ini, saya rasa lebih banyak Muslim yang masuk ke dalam kelompok pertama. Hal ini saya kemukakan karena saya semakin yakin umat Muslim saat ini sudah tidak punya kuasa. Saya merasa umat Muslim sedang ada di atas kapal di tengah laut yang berombak besar akibat diterjang badai. Tapi kondisi umat Muslim ini bukan hal yang ingin saya tuangkan dalam tulisan ini.

Kelompok tidak sadar Islam ini memeluk agama Islam tapi tidak sepenuhnya sadar akan tanggung jawab mereka sebagai Muslim untuk terus-menerus belajar Islam. Islam yang mereka tahu adalah Islam yang diturunkan orang tua mereka, Islam yang diajarkan di pelajaran agama Islam di sekolah, Islam yang mereka kenal dari media massa, dan berbagai sumber yang dicekoki ke dalam pikiran mereka.

Kelompok sadar Islam menyadari tanggung jawab mereka untuk memperkaya pengetahuan mereka tentang Islam. Pada dasarnya Islam yang mereka tahu mungkin beririsan dengan Islam yang diketahui oleh kelompok pertama karena sumber pengetahuan mereka bisa jadi sama. Yang menjadi pembeda adalah kelompok sadar Islam tidak sekedar menerima Islam yang disodori ke dalam pikiran mereka. Mereka berpikir kritis dan senantiasa menyadari jalan mereka menuju pemahaman Islam yang menyeluruh masih panjang.

Pada hakikatnya keutamaan dan kemuliaan menjadi seorang Muslim hanya bisa didapat bila orang tersebut memiliki pemahaman terhadap Islam yang menyeluruh. Pemahaman yang menyeluruh tersebut tidak akan pernah bisa didapat bila seorang Muslim tidak menyadari tanggung jawabnya untuk senantiasa mempelajari Islam.

Mempelajari Islam merupakan tanggung jawab setiap Muslim. Islam tidak akan menjadi pedoman hidup yang baik bila Islam tidak dipelajari lebih dalam dan menyeluruh. Kalau Islam dipandang sebatas Rukun Iman dan Rukun Islam saja, maka setiap orang, baik Muslim maupun bukan Muslim, akan kesulitan menemukan keutamaan dan kemuliaan Islam.

Saya tidak ingin mengatakan bahwa kelompok tidak sadar Islam adalah salah. Biar Allah yang menjadi hakim untuk masalah ini. Saya pribadi tetap bersyukur bila seseorang memeluk agama Islam tanpa ada embel-embel sadar atau tidak sadar Islam. Saya rasa cukup bila seorang Muslim meyakini Rukun Iman dan melaksanakan Rukun Islam, tapi Islam tidak akan pernah menjadi rahmat bagi diri seorang Muslim bila hanya dipahami sebatas itu saja. Sudah waktunya bagi kita semua untuk berhenti terbawa arus dan mulai berenang untuk menentukan arah hidup kita sebagai Muslim.

Tulisan terkait:
Apa itu Islam?
Lebih dari Sekedar Shalat, Puasa, dan Zakat

--
Amir Syafrudin

Versi PDF tulisan ini: http://www.4shared.com/file/95608490/d9ab6e9e/IslamKeturunan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.